
Pusing mikirin bayar pajak mobil tahunan? Antrean panjang di kantor samsat bikin semangat ngilang? Tenang, Anda nggak sendirian! Kami tahu, waktu Anda sangat berharga, dan menunggu berjam-jam hanya untuk bayar pajak itu sungguh menyebalkan. Untungnya, sekarang ada solusi praktis: bayar pajak mobil secara online!
Anda penasaran bagaimana caranya? Artikel ini hadir untuk menjawab semua pertanyaan Anda. Kami akan membongkar 5 langkah kilat bayar pajak mobil online, yang dijamin gak pake antre! Kami akan memandu Anda langkah demi langkah, mulai dari mempersiapkan dokumen hingga menyelesaikan pembayaran.
Bayangkan, Anda bisa bayar pajak kendaraan kapan saja dan di mana saja, tanpa harus meninggalkan rumah. Lebih hemat waktu, lebih efisien, dan pastinya, lebih nyaman. Anda akan belajar cara bayar pajak mobil dengan mudah, memanfaatkan aplikasi dan website resmi. Jadi, siap-siap, karena setelah membaca artikel ini, urusan pajak mobil akan terasa semudah membalikkan telapak tangan! Jangan lewatkan panduan lengkapnya di bawah ini!
5 Langkah Kilat Bayar Pajak Mobil Online, Gak Pake Antre!
Punya mobil pribadi? Selamat! Tapi, ingat, kepemilikan mobil bukan cuma soal gaya hidup dan kemudahan transportasi. Ada tanggung jawab yang menyertainya, salah satunya adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Dulu, bayar pajak mobil seringkali identik dengan antrean panjang, waktu yang terbuang, dan berkas-berkas yang ribet. Tapi, zaman sudah berubah! Sekarang, bayar pajak mobil online itu mudah, cepat, dan praktis banget.
Artikel ini akan membongkar tuntas 5 langkah kilat bayar pajak mobil online, tanpa perlu antre, tanpa ribet, dan pastinya dengan cara yang paling mudah dipahami. Siap-siap, ya! Kita akan bahas semua dari persiapan awal sampai bukti pembayaran tiba di genggamanmu.
Langkah 1: Siapkan Semuanya Dulu, Jangan Sampai Ada yang Ketinggalan! (Persiapan Awal)

Sebelum mulai, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan. Ibarat mau masak, ini adalah saatnya kamu menyiapkan semua bahan dan peralatan dapur. Nah, untuk bayar pajak mobil online, yang perlu kamu siapkan adalah:
- Smartphone atau Perangkat dengan Akses Internet Stabil: Ini adalah “dapur”mu. Pastikan ponselmu atau perangkat lain (laptop, tablet) memiliki koneksi internet yang stabil. Bayangkan kalau koneksi terputus di tengah proses, kan repot?
- Nomor Polisi Kendaraan Bermotor (Nopol) dan Nomor Rangka: Ini adalah “identitas” mobilmu. Pastikan kamu punya catatan jelas mengenai nopol (termasuk huruf dan angka) dan nomor rangka mobilmu. Kamu bisa menemukannya di STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) atau BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor).
- Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP: Ini adalah “identitas” dirimu sebagai pemilik kendaraan. Siapkan juga nomor NIK yang tertera di KTP-mu.
- Alamat Email Aktif: Ini adalah “kotak surat” virtualmu. Semua informasi penting, termasuk bukti pembayaran, akan dikirimkan ke email ini. Pastikan emailmu aktif dan dapat diakses, ya.
- Nomor Telepon yang Aktif: Ini penting untuk verifikasi dan konfirmasi jika ada masalah. Pastikan nomor telepon yang kamu gunakan selalu aktif dan bisa dihubungi.
- Saldo Rekening yang Cukup: Pembayaran pajak mobil online dilakukan secara digital, jadi kamu butuh saldo yang mencukupi di rekening bank atau dompet digitalmu. Siapkan kartu debit (ATM) atau aplikasi dompet digital yang terhubung dengan saldo yang cukup.
- Aplikasi atau Website Samsat Online: Informasi lebih lanjut mengenai aplikasi atau website yang tersedia untuk wilayahmu akan kita bahas nanti di langkah-langkah berikutnya.
- (Opsional) Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) atau Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD): Dokumen ini berisi informasi detail mengenai pajak yang harus kamu bayar. Walaupun tidak selalu wajib, memiliki dokumen ini akan mempermudah proses pengecekan dan memastikan keakuratan data.
Tips Penting:

- Cek Jadwal Pembayaran: Jangan sampai telat bayar pajak, ya! Setiap kendaraan bermotor punya tanggal jatuh tempo pembayaran pajak. Cek tanggalnya di STNK-mu. Keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda.
- Siapkan Dokumen Digital: Untuk mempermudah proses, kamu bisa memindai atau memfoto dokumen-dokumen penting (STNK, KTP) dan menyimpannya di ponselmu.
- Pastikan Data Benar: Sebelum memasukkan data apapun, pastikan semuanya benar. Kesalahan data bisa menyebabkan masalah di kemudian hari.
- Lindungi Informasi Pribadi: Jangan pernah membagikan informasi pribadimu (PIN ATM, kode OTP) kepada siapapun.
Dengan semua persiapan di atas, kamu siap melangkah ke tahap berikutnya!
Langkah 2: Pilih Aplikasi/Website Samsat Digital yang Tepat untuk Wilayahmu

Nah, ini langkah krusial. Bayar pajak mobil online itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aplikasi atau website khusus yang disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda) atau Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) di wilayahmu. Jadi, langkah kedua ini adalah mencari dan memilih platform yang tepat.
Bagaimana Caranya?

- Cari Informasi Melalui Sumber Resmi:
- Website Samsat Daerah: Kunjungi website resmi Samsat atau Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) di provinsi atau kabupaten/kotamu. Biasanya, informasi mengenai layanan pembayaran pajak online tersedia di bagian layanan publik atau informasi pajak.
- Media Sosial Resmi: Ikuti akun media sosial resmi Samsat atau Pemda di wilayahmu (Facebook, Instagram, Twitter). Mereka biasanya mengumumkan informasi terbaru, termasuk aplikasi atau website untuk pembayaran pajak online.
- Layanan Informasi Pemerintah (112, 110): Jika kesulitan mencari informasi, kamu bisa menghubungi layanan informasi pemerintah di wilayahmu. Mereka biasanya punya informasi mengenai layanan publik, termasuk pembayaran pajak.
- Kenali Pilihan Aplikasi/Website yang Tersedia:
- Samsat Digital Nasional (Signal): Aplikasi ini adalah inisiatif nasional yang memungkinkan pembayaran pajak kendaraan di berbagai wilayah di Indonesia. Signal biasanya menyediakan fitur yang lebih lengkap, seperti pengecekan pajak, pembayaran pajak, dan pengiriman Tanda Bukti Pembayaran (TBP).
- Aplikasi Samsat Daerah: Beberapa daerah mengembangkan aplikasi Samsat mereka sendiri. Misalnya, e-Samsat, Samsat Online Jawa Barat (SAMBARA), atau aplikasi sejenis lainnya. Aplikasi ini biasanya fokus melayani pembayaran pajak untuk wilayah tertentu.
- Website e-Samsat: Selain aplikasi, banyak Samsat daerah yang juga menyediakan website untuk pembayaran pajak online. Website ini biasanya memiliki fitur yang sama dengan aplikasi, tetapi diakses melalui browser di komputer atau ponsel.
- Unduh/Akses Platform yang Sesuai: Jika ada aplikasi yang tersedia, unduh dan instal di ponselmu. Jika tidak, akses website e-Samsat melalui browser. Pastikan kamu mengunduh atau mengakses platform yang resmi dan terpercaya. Cek ulasan pengguna (review) di toko aplikasi (Google Play Store atau App Store) untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
- Cek Fitur dan Layanan yang Tersedia: Setelah berhasil mengakses aplikasi atau website, teliti fitur dan layanannya. Pastikan platform tersebut menyediakan fitur untuk pembayaran pajak mobil, termasuk pengecekan besaran pajak, pembayaran secara online, dan pengiriman bukti pembayaran.
Contoh Aplikasi/Website yang Umum Digunakan:

- Signal (Samsat Digital Nasional): Paling populer dan banyak digunakan di berbagai daerah.
- e-Samsat (Jakarta): Khusus untuk wilayah DKI Jakarta.
- SAMBARA (Samsat Online Jawa Barat): Untuk wilayah Jawa Barat.
- Aplikasi Samsat Online lainnya (sesuai wilayahmu): Cari informasi spesifik untuk daerahmu.
Tips Tambahan:

- Baca Panduan Penggunaan: Sebelum mulai menggunakan aplikasi atau website, baca panduan penggunaan yang tersedia. Biasanya, ada panduan singkat atau tutorial yang akan membantumu memahami cara kerja platform tersebut.
- Buat Akun (Jika Diperlukan): Beberapa platform mewajibkanmu untuk membuat akun sebelum bisa menggunakan layanannya. Ikuti petunjuk untuk membuat akun, lengkapi data yang diminta, dan verifikasi akunmu (biasanya melalui email atau SMS).
- Pastikan Keamanan: Pilih password yang kuat dan jangan bagikan informasi akunmu kepada siapapun.
Setelah memilih aplikasi atau website yang tepat, kamu sudah siap untuk melangkah ke langkah ketiga!
Langkah 3: Daftarkan Kendaraanmu dan Lakukan Pengecekan Pajak

Ini adalah langkah di mana kamu mulai memasukkan informasi tentang mobilmu dan mengecek berapa besar pajak yang harus kamu bayar. Prosesnya biasanya cukup sederhana, tetapi pastikan kamu melakukannya dengan teliti.
Proses Pendaftaran Kendaraan dan Pengecekan Pajak:

- Buka Aplikasi/Website: Buka aplikasi atau website Samsat yang sudah kamu pilih di langkah kedua.
- Login atau Buat Akun (Jika Belum Punya): Jika kamu sudah punya akun, login dengan username dan password-mu. Jika belum, ikuti petunjuk untuk membuat akun baru.
- Pilih Menu Pendaftaran/Tambah Kendaraan: Cari menu yang berkaitan dengan pendaftaran kendaraan atau penambahan kendaraan baru. Menu ini bisa bernama “Daftar Kendaraan”, “Tambah Kendaraan”, atau sejenisnya.
- Masukkan Data Kendaraan: Isi formulir pendaftaran dengan data kendaraan yang diminta. Informasi yang biasanya diminta meliputi:
- Nomor Polisi (Nopol) kendaraan
- Nomor Rangka
- Nomor Mesin (terkadang)
- Provinsi tempat kendaraan terdaftar
- Kategori kendaraan (mobil pribadi, dll.)
- Merek dan tipe kendaraan
- Tahun pembuatan kendaraan
- Data pemilik (nama, NIK, alamat, nomor telepon)
- Verifikasi Data: Setelah memasukkan semua data, periksa kembali untuk memastikan semuanya benar. Kesalahan data bisa menyebabkan masalah di kemudian hari.
- Lakukan Pengecekan Pajak: Setelah data kendaraanmu terdaftar, cari menu “Cek Pajak” atau “Informasi Pajak”. Masukkan Nopol kendaraanmu (atau pilih kendaraanmu jika sudah terdaftar) untuk melakukan pengecekan.
- Lihat Informasi Pajak: Sistem akan menampilkan informasi mengenai pajak kendaraanmu, meliputi:
- Besaran Pajak yang Harus Dibayar (PKB)
- Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) jika ada perubahan kepemilikan
- Denda (jika ada keterlambatan pembayaran)
- Tanggal Jatuh Tempo Pajak
- Periksa Detail Tagihan: Perhatikan detail tagihan dengan seksama. Pastikan semua komponen pajak dan denda (jika ada) sudah sesuai. Jika ada yang tidak sesuai, segera hubungi layanan pelanggan (customer service) dari aplikasi atau website tersebut.
Tips Penting:

- Gunakan Fitur Pencarian: Jika ada fitur pencarian (search) di aplikasi atau website, gunakan untuk mencari menu yang kamu butuhkan.
- Baca Petunjuk dengan Cermat: Ikuti semua petunjuk dan instruksi yang diberikan oleh platform.
- Hubungi Customer Service Jika Ada Masalah: Jika kamu mengalami kesulitan atau menemukan ada yang tidak beres, jangan ragu untuk menghubungi customer service. Biasanya, ada nomor telepon atau fitur chat yang bisa kamu gunakan.
- Simpan Bukti Pengecekan Pajak: Simpan bukti pengecekan pajak (screenshot atau file) sebagai arsip.
Setelah selesai mengecek pajak, kamu akan tahu berapa yang harus kamu bayar. Sekarang saatnya melangkah ke tahap pembayaran!
Langkah 4: Pilih Metode Pembayaran, Bayar, dan Tunggu Konfirmasi

Ini adalah bagian yang paling menyenangkan, yaitu membayar pajak mobilmu! Dengan bayar pajak online, kamu bisa melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu repot pergi ke kantor Samsat.
Proses Pembayaran Pajak:

- Pilih Metode Pembayaran: Aplikasi atau website biasanya menyediakan beberapa pilihan metode pembayaran, di antaranya:
- Transfer Bank: Kamu bisa melakukan transfer melalui ATM, mobile banking, atau internet banking. Pilih bank yang kamu gunakan dan ikuti petunjuk untuk melakukan transfer.
- Dompet Digital (e-Wallet): Beberapa platform mendukung pembayaran melalui dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, atau LinkAja. Pilih dompet digital yang kamu gunakan dan ikuti petunjuk untuk melakukan pembayaran.
- Virtual Account (VA): Kamu akan mendapatkan nomor virtual account yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran melalui transfer bank atau gerai pembayaran (Alfamart, Indomaret).
- Kartu Debit/Kredit: Beberapa platform juga menerima pembayaran menggunakan kartu debit atau kartu kredit (Visa, Mastercard). Masukkan informasi kartu debit/kreditmu dan ikuti petunjuk untuk melakukan pembayaran.
- Ikuti Petunjuk Pembayaran: Setelah memilih metode pembayaran, ikuti petunjuk yang diberikan oleh aplikasi atau website. Petunjuknya akan berbeda-beda tergantung pada metode pembayaran yang kamu pilih.
- Lakukan Pembayaran: Lakukan pembayaran sesuai dengan jumlah yang tertera. Pastikan kamu memasukkan informasi yang benar (nomor rekening, nomor virtual account, dll.).
- Simpan Bukti Pembayaran: Setelah berhasil membayar, simpan bukti pembayaran (screenshot, notifikasi dari bank atau dompet digital) sebagai arsip. Bukti pembayaran ini penting sebagai konfirmasi bahwa kamu sudah membayar pajak.
- Tunggu Konfirmasi: Setelah melakukan pembayaran, tunggu konfirmasi dari aplikasi atau website. Konfirmasi ini biasanya berupa:
- Notifikasi Pembayaran Berhasil: Aplikasi atau website akan mengirimkan notifikasi bahwa pembayaranmu telah berhasil diproses.
- Bukti Pembayaran (e-TBP): Kamu akan menerima bukti pembayaran elektronik (e-TBP) yang bisa diunduh atau dikirimkan ke emailmu. e-TBP ini adalah bukti resmi bahwa kamu sudah membayar pajak kendaraanmu.
- Informasi Pengiriman Tanda Bukti Pengesahan (Stiker/SKPD): Beberapa daerah masih mengirimkan tanda bukti pengesahan (stiker) atau Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) fisik ke alamatmu. Jika ada, tunggu kiriman tersebut datang.
- Periksa Email atau Pemberitahuan di Aplikasi: Pantau emailmu atau notifikasi di aplikasi untuk melihat konfirmasi pembayaran dan e-TBP.
- Simpan e-TBP: Simpan e-TBP di ponselmu atau cetak jika perlu. e-TBP ini berlaku sebagai bukti pembayaran pajak yang sah dan bisa kamu tunjukkan jika ada pemeriksaan kendaraan di jalan.
Tips Tambahan:

- Perhatikan Biaya Tambahan: Beberapa metode pembayaran mungkin mengenakan biaya administrasi. Periksa informasi mengenai biaya tambahan sebelum memilih metode pembayaran.
- Pastikan Saldo Cukup: Pastikan saldo rekening bank atau dompet digitalmu mencukupi untuk membayar pajak.
- Gunakan Jaringan yang Aman: Lakukan pembayaran di jaringan internet yang aman (Wi-Fi pribadi atau jaringan seluler) untuk melindungi data pribadimu.
- Cek Status Pembayaran: Jika kamu belum menerima konfirmasi atau e-TBP dalam waktu yang wajar, cek status pembayaran di aplikasi atau website. Hubungi customer service jika ada masalah.
Setelah berhasil membayar dan menerima konfirmasi, kamu sudah hampir selesai! Tinggal satu langkah lagi untuk memastikan semua proses berjalan lancar.
Langkah 5: Periksa dan Simpan Bukti Pembayaran, Selesai!

Selamat! Kamu sudah berhasil bayar pajak mobil online! Ini langkah terakhir untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik dan kamu punya bukti yang sah.
Langkah Terakhir: Penanganan Bukti Pembayaran:

- Periksa e-TBP: Periksa e-TBP (Tanda Bukti Pembayaran Elektronik) yang kamu terima. Pastikan semua informasi yang tertera di e-TBP (nomor polisi, nama pemilik, besaran pajak, tanggal pembayaran) sudah benar dan sesuai dengan data kendaraanmu.
- Simpan e-TBP dengan Aman: Simpan e-TBP di tempat yang aman. Kamu bisa menyimpannya dalam bentuk file di ponsel, laptop, atau mencetaknya untuk disimpan sebagai arsip.
- Perbarui STNK (Jika Diperlukan): Beberapa daerah mewajibkan kamu untuk melakukan pengesahan STNK setelah membayar pajak. Prosesnya biasanya mudah. Kamu tinggal datang ke Samsat terdekat dengan membawa e-TBP atau bukti pembayaran lainnya, STNK asli, KTP, dan BPKB.
- Tunggu Pengiriman Stiker/SKPD (Jika Ada): Jika ada pengiriman stiker/SKPD fisik, tunggu kiriman tersebut datang ke alamatmu sesuai dengan jadwal yang berlaku. Biasanya, pengiriman memakan waktu beberapa hari atau minggu.
- Periksa dan Simpan Stiker/SKPD (Jika Sudah Diterima): Jika kamu menerima stiker/SKPD fisik, tempelkan stiker di tempat yang sesuai di kendaraanmu. Simpan SKPD dengan aman sebagai bukti pembayaran pajak yang sah.
- Pantau Informasi Terkait: Pantau terus informasi terkait pembayaran pajak mobil dari Samsat daerahmu. Mereka biasanya memberikan informasi terbaru mengenai kebijakan, perubahan sistem, atau program-program menarik lainnya.
- Laporkan Jika Ada Masalah: Jika kamu menemukan ada masalah atau ketidaksesuaian informasi, segera laporkan ke customer service aplikasi/website atau ke Samsat daerahmu.
Tips Terakhir:

- Siapkan Data Kebutuhan: Pastikan kamu sudah menyiapkan semua data yang dibutuhkan (e-TBP, STNK, KTP, BPKB) sebelum bepergian.
- Jaga Keamanan Dokumen: Lindungi dokumen-dokumen pentingmu (termasuk e-TBP dan STNK) dari kerusakan atau kehilangan.
- Sampaikan Umpan Balik: Jika ada sesuatu yang perlu ditingkatkan dalam aplikasi atau website, jangan ragu untuk menyampaikan umpan balik ke pihak pengembang.
Kesimpulan (Tanpa Kata Kesimpulan):

Mudah, kan? Dengan mengikuti 5 langkah kilat bayar pajak mobil online di atas, kamu bisa menghindari antrean panjang, menghemat waktu, dan membayar pajak kendaraanmu dengan lebih praktis. Jadi, tunggu apa lagi? Segera coba!
FAQ: 5 Langkah Kilat Bayar Pajak Mobil Online, Gak Pake Antre!
1. Bagaimana cara membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) online?
Pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) online kini semakin mudah! Anda cukup mengikuti 5 langkah kilat di artikel ini. Prosesnya melibatkan akses ke aplikasi atau website Samsat online, memasukkan data kendaraan, memilih metode pembayaran, menyelesaikan pembayaran, dan terakhir, mendapatkan e-TBPKB (Tanda Bukti Pembayaran Kendaraan Bermotor).
2. Aplikasi apa yang bisa digunakan untuk membayar pajak mobil online?
Ada beberapa aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk membayar pajak mobil online. Beberapa yang populer adalah aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal). Pastikan Anda mengunduh aplikasi resmi dari sumber terpercaya untuk keamanan data dan transaksi Anda.
3. Apa saja syarat bayar pajak mobil secara online?
Syarat utama untuk bayar pajak mobil online adalah:
- KTP: Pemilik kendaraan harus memiliki KTP yang berlaku.
- STNK: Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) aktif.
- Nomor Rangka & Nomor Mesin: Informasi ini biasanya terdapat di STNK.
- Nomer Handphone: Untuk verifikasi dan notifikasi.
- E-mail Aktif: Untuk menerima bukti pembayaran pajak.
Pastikan semua dokumen valid dan sesuai informasi yang tertera pada kendaraan Anda.
4. Apakah bayar pajak mobil online bisa diwakilkan?
Ya, pembayaran pajak mobil online biasanya bisa diwakilkan dengan syarat Anda memiliki surat kuasa dari pemilik kendaraan dan membawa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP pemilik, dan surat kuasa.
5. Apakah bayar pajak mobil online lebih mahal?
Tidak, biaya bayar pajak mobil online sama dengan pembayaran secara langsung di kantor Samsat. Anda hanya perlu membayar pajak pokok, ditambah biaya administrasi jika ada, yang jumlahnya relatif kecil. Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan karena membayar pajak secara online.
6. Bagaimana jika STNK hilang saat akan bayar pajak online?
Jika STNK hilang, Anda tetap bisa membayar pajak secara online. Namun, Anda harus mengajukan permohonan penggantian STNK hilang terlebih dahulu. Proses penggantian ini bisa dilakukan di kantor Samsat terdekat sebelum melanjutkan ke pembayaran pajak online.
7. Berapa lama proses pengesahan STNK setelah bayar pajak online?
Setelah pembayaran pajak online berhasil, Anda akan menerima e-TBPKB (Tanda Bukti Pembayaran Kendaraan Bermotor) yang sah. Namun, pengesahan STNK secara fisik mungkin memerlukan waktu lebih lama tergantung kebijakan Samsat daerah Anda. Jika memungkinkan, Anda dapat mencetak e-TBPKB sebagai bukti pembayaran sementara.
8. Apa saja metode pembayaran pajak kendaraan online?
Pilihan metode pembayaran pajak kendaraan online umumnya beragam, termasuk transfer bank melalui ATM, m-banking, internet banking, serta dompet digital seperti Gopay, OVO atau ShopeePay. Pilih metode yang paling nyaman untuk Anda.
9. Bisakah saya membayar pajak kendaraan yang sudah mati lama secara online?
Beberapa aplikasi dan website Samsat online mungkin memiliki keterbatasan. Jika pajak kendaraan Anda sudah mati lama, sebaiknya lakukan pengesahan ulang di kantor Samsat terdekat. Informasi lebih detail tentang denda dan cara memperbaiki keterlambatan pajak, bisa Anda temukan di artikel ini.
10. Bagaimana jika ada kendala saat membayar pajak online?
Jika Anda mengalami kendala saat membayar pajak online, jangan panik! Coba periksa kembali koneksi internet Anda, pastikan informasi yang Anda masukkan sudah benar, dan periksa saldo rekening (jika menggunakan transfer bank). Jika masalah berlanjut, segera hubungi layanan pelanggan (customer service) aplikasi atau website Samsat yang Anda gunakan.